Who am I? Siapakah saya? Banyak orang yang tidak mengenali siapa sebenarnya dirinya sendiri. Faktor inilah yang banyak membuat orang gagal. Mereka tidak tahu karakter mereka, cita cita mereka, serta mereka juga tidak tahu kelemahan serta kelebihan mereke. Ini yang membuat mereka sering salah bertindak dan akhirnya menjadi orang yang gagal. Oleh karena itu saya membuat tulisan ini. Saya mencoba menggali lebih dalam hal hal yang ada pada diri saya, agar saya tahu apa yang harus saya perbuat dan tidak menjadi orang yang gagal. Nama saya Kinantya Wastu Winayaka. Saya lahir di Purwokerto, Jawa Tengah , pada 10 Juli 1993. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakak saya 3 tahun lebih tua daripada saya, dan sekarang ia hampir menyelesaikan kuliahnya di ITB . Saya sangat senang dengan olahraga. Sejak kecil saya suka bermain basket dan futsal. Selain olahraga, saya juga sangat menyukai musik, baik hanya mendengarkan saja atau memainkan alat musik.Saya sempat les drum pada saat saya kelas 2 SMP sampai kelas 2 SMA. Selain itu saya juga sempat membuat band dengan beberapa teman saya pada saat saya SMA. Kedua orang tua saya orang Jawa, kami hidup di Purwokerto sampai usia sekitar 4 tahun sebelum akhirnya kami pindah. Itulah yang menyebabkan saya tidak bisa bahasa Jawa, karena saya beberapa kali berpindah tempat tinggal. Setelah dari Purwokerto kami sekeluarga pindah ke Mataram, Pulau Lombok sampai saya kelas 1 SD. Lalu kami pun pindah lagi ke Bekasi. Di Bekasi saya tinggal disana hanya sebentar, sekitar 1 tahun sebelum saya pindah ke Jakarta. Di Jakarta lah saya tinggal cukup lama, dari kelas 2 SD sampai saya lulus SMA. Disinilah tempat dimana hidup saya paling berkesan, menurut saya. Saat SMA saya masuk ke SMA Negeri unggulan, dimana saya mendapat berbagai macam teman dibanding saat saya SD dan SMP, karena saat itu saya sekolah di sekolah swasta. Saat SMA saya juga lebih terbuka pikirannya terhadap masa depan saya, selain itu saya juga menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dari sebelumnya. Saat kelas 3 SMA pun saya belajar mati-matian untuk UN dan untuk mendapatkan tempat kuliah di PTN ternama, sampai akhirnya saya diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Sistem Informasi. Saat kuliah pikiran saya menjadi lebih terbuka lagi dari sebelumnya, karena teman teman saya yang berasal dari seluruh Indonesia serta karena bimbingan bimbingan dari senior saya yang lebih membuat saya tersadar apa yang harus saya lakukan sebagai mahasiswa. Untuk menjadi orang sukses dan tidak menjadi orang yang gagal, kita harus tahu SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thread) kita. Untuk itu saya mencoba menggali lebih dalam lagi SWOT saya pada tulisan saya ini. Dimulai dari kelebihan. Saya kira saya adalah orang yang mau bekerja keras. Jika saya sudah memiliki target, saya akan berusaha keras untuk mencapai target tersebut. Walaupun terkadang saya gagal mencapai target tersebut, tetapi yang penting adalah usaha saya yang sudah maksimal untuk mencapainya. Pekerja keras merupakan salah satu kunci bila kita ingin menjadi orang yang sukses. Selain pekerja keras, saya adalah orang yang fokus pada satu tujuan. Bila saya menginginkan sesuatu saya pasti akan fokus dan mengesampingkan hal hal lain untuk mencapai tujuan tersebut. Tetapi hal ini merupakan suatu kelemahan juga, karena saya sering tidak memedulikan hal lain untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu kelebihan saya adalah jika sudah kenal dekat, maka saya akan menjadi sangat akrab dengan orang tersebut. Selain itu, karena saya suka olahraga dan musik, bisa dibilang bahwa olahraga dan musik adalah salah satu kelebihan saya. Lalu berikutnya saya akan membahas kelemahan. Saya pikir kelemahan saya cukup banyak. Yang pertama, banyak orang yang bilang bahwa saya adalah orang yang cuek. Orang orang bilang saya tidak terlalu peka terhadap orang orang disekitar saya. Selain itu, saya juga orang yang sulit mengakrabkan diri dengan orang lain, terutama jika berada di lingkungan baru yang saya tidak ketahui sebelumnya. Sebagai contoh, ketika saya kuliah di Surabaya, sulit bagi saya untuk mencari banyak teman baru karena hal tadi, terlebih karena lingkungan dan bahasa yang dipakai beda dengan kebiasaan saya. Kelemahan saya berikutnya adalah tidak bisa berbicara di depan orang banyak, entah karena tidak terbiasa atau karena memang tidak bisa. Berikutnya yang kita bahas adala Opportunity atau kesempatan. Menurut saya kesempatan saya yang paling besar adalah bisa kuliah di ITS, salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Bisa kuliah di ITS adalah kesempatan besar bagi saya untuk mengasah diri baik itu hard skill, maupun soft skill. ITS memiliki segala fasilitas dan kesempatan untuk saya menggali lebih dalam lagi potensi yang ada dalam diri saya, baik hard skill maupun soft skill, mulai dari sistem akademis yang sudah cukup baik, kegiatan berorganisasi yang bisa mengasah soft skill, serta sarana pra sarana yang cukup lengkap untuk kegiatan seorang mahasiswa sehari hari. Maka dari itu, sayang sekali jika saya melewatkan kesempatan ini, karena ini adalah kesempatan yang langka dan tidak semua orang dapat mendapatkan kesempatan ini. Yang terakhir ingin saya bahas adalah Thread atau ancaman. Bagi saya ancaman dan bahaya untuk gagal menjadi orang yang sukses adalah lingkungan sekitar. Saya termasuk orang yang mudah terpengaruh, oleh karena itu faktor lingkungan yang tidak baik lah faktor utama yang merupakan ancaman bagi saya. Itulah tadi kelebihan, kekurangan, kesempatan dan ancaman bagi saya untuk sukses.
Selasa, 06 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar